"you arrive at e-commerce section as an integral part of *-leisure.blogspot.com"
"Happy Perusal (JBrag)"
Wednesday
Friday
Greddy Performance Products introduces their newest piggyback engine management system, the e-Manage Ultimate! The Greddy e-Manage Ultimate does what no other piggyback ECU can. Engineered to preserve the best features of the original e-Manage (economical price, no need for tuning from scratch, yet compatible for most Japanese performance vehicles).
GReddy E-manage Ultimate is GReddy's first PC-tunable piggyback engine management system. While retaining all of the best features of the original e-Manage, this unit sports more flexible fuel and ignition maps, the ability to switch between two different tuning maps (i.e. street tune and race tune), an increased number of input and output ports and a more comprehensive multichannel data-logging system. The additional harness taps into several tuning and data-logging sensors, including knock, water temperature, crank angle, intake air temperature and vehicle speed sensors.
The benefit of this is, the included PC-based USB "Ultimate Support Tool" allows for even finer tuning capabilities, improved flexibility in fuel & ignition control and adds impressive data-logging qualities to make tuning quicker and easier. In addition to standard e-manage airflow-based adjustments, the Ultimate version includes new and upgraded features. The Parameter Set-up, tab menu format of the Ultimate has improved direct Map control for adding and subtracting Fuel and Ignition.
There are Maps for Individual cylinder adjustment for both Fuel and Ignition. An Airflow Output Map option even allows for airflow meter elimination. And when used with a wideband A/F Meter, the Air Fuel Target Map can self-tune an Injector base tuning Map, to speed up initial tuning. To further aid in tuning, e-manage Ultimate’s improved integrated Monitoring, Map Tracing and Datalogging features far exceed any other piggyback controller on the market. Ideal for optimizing and fine-tuning for performance products like Exhaust, Air Intake, Intercoolers, Boost Controllers, and Turbochargers or Superchargers, the e-manage Ultimate fills the gaps between conventional piggyback and expensive stand-alone engine managements.

Enjoy your free download of an invaluable information. The kind of info you might need to generate traffic. And while you are at it, growing the tree of sales you could also have an opportunity of becoming Traffic Exchange Affiliate. Spread out the good news, help those you might think in desperate for such hunger as we all are don't we?
Promote this Internet Marketing issue at lowest cost possible through "InstantBuzz"!
Wednesday
Ulasan Glossary #6
Serial DBBC-Black Buzz
Kira-kira dari nilai harga eceren, segment ini saja akan menyumbang Rp. 300 Milyar[2]! Meskipun hanya sekitar 0.5% dari Rp. 57 Trilyun hasil cukai rokok tahun 2008, jumlah ini tetap manis rasanya. Kalau belanja iklan pada tahun yang sama Rp 1.4 Trilyun, diasumsikan ketiga produsen terbesar masing-masing mengeluarkan Rp 200 Milyar. Sebagian belanja iklan dapat dibiayai oleh penjualan baru, angka ini belum memperhitungkan perilaku big corporate membudget post ini sekitar 2 - 3 % dari revenuenya .
Ini jika asumsi "pesimistis" diatas benar. Padahal angka yang dimiliki oleh Forum Parlemen (kaukus di DPR yang terdiri dari Komisi I, Komisi III, Komisi IX, dan Komisi XI) bahkan menunjukkan angka 10 juta sebagai perokok pemula. Jika menggunakan angka optimis ini maka nilai kue penjualan dari rokok pemula adalah Rp.1.5 Trliyun
Citra bagi target pangsa ini tentunya berbeda dengan citra pembalap Formula 1 seperti pada ulasan sebelumnya. Citra yang dijual kepada kelompok pelajar umumnya berasosiasi dengan ; Chick, trendy ataupun "cool" sesuai dengan selera dan life style kelompok ini. Anda bisa melihat "TargetingKids"/ iklan-iklan masa lalu yang ditujukan pada pangsa pasar ini! Sebagian besar perokok pemula dikelompok ini biasanya akan terlatih "Kecanduan" rokok, jika berhasil berhenti merokok suatu saat masih ada kemungkinan untuk kembali merokok. Usia mereka adalah "Hook" atau "Anchorage" untuk semasa hidupnya, 30 tahun kedepan rasa nicotine yang tertanam didalam syarafnya akan membawa somehow someday pada konsumsi rokok kembali!
Pelarangan atau pembatasan iklan rokok akan menjadi agenda utama bagi keberhasilan kampanye anti merokok, karena sesungguhnya inti dari tujuan kampanye tersebut adalah perlindungan bagi usia belia. Baik dari sisi second smoke maupun sebagai pengguna. Disisi lain sebagai produsen tentunya posisinya akan semakin runyam, baik [1] maupun [2] secara pasti akan terus menggerus total penjualannya!
Kampanye Djarum Black paling tidak akan tetap mempertahankan PT. Djarum sebagai market leader ketiga terbesar, ini berarti volume penjualan harus naik! (Lho.....?) Angka penjualan tiga tahun terakhir menunjukkan trend peningkatan secara keseluruhan, jika volumenya tetap maka kuenya akan diambil alih oleh competitor! Resesi berdampak pada peningkatan konsumsi merokok, namun demikian trend terkini adalah rokok bernikotin dan tar rendah. Black Slimz, inovasi produk baru menampilkan packaging yang berbeda. Dengan masuknya Marlboro pada segmen rokok ringan, maka ukuran batang rokok Black Slimz yang jauh lebih kecil bisa jadi menjadi tumpuan harapan,
.....[bersambung pada artikel berikut]...
Ulasan Glossary #5
Serial DBBC-Black Buzz
Apabila konsumsi rokok dilarang, maka sudah sewajarnya jika insentif untuk belanja rokok juga dihalangi. Dibelahan benua Eropa, Uni Eropa (EU) secara multilateral telah mendeklarasikan tobacco ad free pada tahun 1998 untuk dicanangkan efektif berlaku mulai tahun 2006. Berlahan tapi pasti hampir seluruh bentuk promosi rokok akan dilarang tanpa terkecuali[1], termasuk pada akhirnya sponsorship kegiatan aktifitas budaya dan kompetisi olahraga setelah Oktober 2006. Demikian pula event favourit bagi iklan rokok; kompetisi Formula satu!
Iklan rokok selalu berupaya untuk menjual image "berkelas", jika anda merokok seolah-olah memiliki citra yang sama dengan ketenaran pembalap F1. Yaitu citra sukses, glamor dan stylish. Apakah larangan iklan rokok bertujuan untuk menghalangi anda bercitra glamor? Pangsa pasar paling berpotensi untuk tumbuh adalah mereka yang menjelang dewasa.
Setiap tahun terdapat minimal 2 juta calon perokok pemula dengan asumsi misalnya1% saja dari total jumlah penduduk, dimana besarannya hanya untuk perhitungan kasar. Skala besaranpun menunjukkan ada sedikit kesamaan antara jumlah pangsa pasar baru tahunan baik di AS maupun Indonesia, paling tidak cukup valid bagi ulasan santai ini. Coba anda hitung (asumsi 20% merupakan perokok loyal setiap minggunya membeli satu pack/ bungkus) akan terjual minimal 20,000,000 pack atau 320 juta batang rokok. Dan ini hanya merupakan jumlah tambahan penjualan baru setiap tahun!
Jka anda adalah anggota Black Community atau hanya sekedar penggemar eventnya, maka sangat besar kemungkinannya bahwa anda termasuk dalam kelompok rentan ini. Atau salah satu anggota keluarga mengikuti komunitas ini, kalau begitu anda menunjang penjualan bagi perokok pemula!
Berapa nilai penjualan segment ini dan bagaimana masing-masing pihak yang terlibat mensiasati larangan iklan rokok?.....[bersambung pada artikel berikut]...
Monday
Ulasan Glossary #4
Serial DBBC-Black Buzz
Apakah smoking ban memberikan manfaat bagi semua pihak secara "win-win", benarkah dampak pengurangan kerugian materil akibat merokok dari aspek kesehatan publik dapat "di-imbangi" oleh penurunan dampak ekonomi industri rokok? Setiap kebijakan baru akan selalu memiliki dampak baik sekaligus buruk, tentunya imbangan baik mesti lebih besar dari yang buruk.
Pada ulasan sebelumnya telah disebutkan dampak negatif yang mengakibatkan penurunan penjualan Pub tradisional di Inggris, kontradiksi dengan dampak yang terjadi di New York. Bahkan beberapa diantaranya mengalami kebangkrutan dan serta merta harus menutup usahanya. Prevalensi penutupan nyaris mencapai 30% dan sebagian besar merupakan usaha sejak abad 19. Selanjutnya hal ini berdampak pula pada anjloknya penjualan miras dan juga pajak yang dapat dikutip oleh pemerintah. Walhasil dampak negatif berakumulasi dalam waktu singkat secara dahsyat. Tidaklah mengherankan jika kemudian "Contraction Multiplier Effect" ini menuai banyak protes ; http://www.smokingbanstinks.co.uk/
Bagi para pemain produsen rokok fenomena diatas memang memerlukan kejelian yang luar biasa untuk dapat terus mempertahankan produksinya atau bahkan meningkatkan lebih lanjut. Pada kenyataannya produksi rokok di Eropa memang mengalami anjlok, terburuk dibanding pasar lain. Justru pasar AS masih relatif stagnant. Bagaimana kiprah internasional kretek?
Tahun kejayaan rokok di Indonesia adalah 2000 (232.5 M), sejak itu pasar fluktuatif antara 200 hingga 231.9 Milyar. Dimana 92%nya adalah rokok kretek. Rokok kretek cukup memiliki wibawa secara global, konon Djarum banyak mendapatkan customer loyal di AS. Lihat feedback customer Djarum Black di negri Paman Sam ini!
Sedemikian rupa sehingga Philip Morris perlu melakukan lobby "Proteksi", sehingga pada tahun 2004 terdapat 3 negara bagian yang spesifik melarang penjualan kretek.
Negara maju memang aneh ketika mereka melobby dunia mengenai Free Trade, mereka justru masih melakukan proteksionism. Tahun 2000 tobacco grower atau petani tembakau Eropa, mendapatkan subsidi mendekati 1 Milyar Euro. Sangat besar kemungkinan terdapat relevansi nya dengan masuknya Philip Morris membeli mayoritas kepemilikan HM Sampoerna di tahun 2005. Meskipun Philip Morris sudah memiliki jalur distribusi yang solid melalui akuisisi ini, namun ternyata produk Marlboronya tetap hanya dibawah pangsa 5%. Sehingga lahirlah produk hasil kolaborasi berupa Marlboro kretek filter di tahun 2007.
Tahun 2007 tersebut juga menjadi saksi pergeseran posisi market leader produsen kretek. Sampoerna naik menjadi market leader menggantikan posisi Gudang Garam. Posisi ketiga tetap dihuni oleh Djarum. Djarum sepertinya menganggap perlu mengimbangi agresifitas Sampoerna, baik dalam inovasi produk baru maupun image branding. Maka semenjak naik daunnya Black Community, pada tahun 2008 yang lalu diperkenalkan produk baru " Djarum Black Slimz".
Ulasan Glossary #3
Serial DBBC-Black Buzz
Berapa banyak anda merokok dalam sehari? Apakah anda penggemar kretek dan kebetulan perokok Djarum Black? Mengapa? Kapan berencana berhenti merokok? Angka statistik dunia menunjukkan adanya trend penurunan konsumsi rokok secara significant, dapatkah Black Community mensiasati trend yang sama disarangnya sendiri?Konsumsi rokok di Indonesia telah meningkat drastis hampir sepuluh kali lipat. Catatan statistik pemerintah menunjukkan pada tahun 1970 dan tahun 2000, jumlah konsumsi rokok adalah 33 Milyar dan 230 Milyar batang. Dimana kontribusi terbanyak disumbang oleh pertumbuhan perokok dewasa dan yang menyedihkan perokok pelajar usia dini. Mungkin anda termasuk statistik mulai merokok pada usia 17 tahun saat anda SMA? Penulis sendiri telah berkenalan dengan rokok saat masih bersekolah SD, ini tidaklah aneh bagi sebagian generasi yang lahir pada era sebelum PD II (perang dunia) atau zaman perjuangan. Saat mencoba rokok penulis langsung kapok, karena rokok putih rasanya pahit...!
Dalam artikel terdahulu telah disinggung katakanlah semacam justifikasi bagi eksistensi rokok kretek dan keberadaan pola kampanye rokok era abad 21. Demikian pula justifikasi faedahnya sebelum era tersebut. Apakah menurut anda dampak negatif telah jauh melampaui manfaat merokok?
Indonesia mulai menerapkan PP larangan merokok di tempat umum sejak pertengahan Januari 2006, hampir seluruh gedung pertokoan maupun perkantoran sampai saat ini relatif "smoke free". Bahkan beberapa diantaranya memiliki ruang khusus bagi perokok, akan tetapi tidak demikian halnya pada tempat-tempat umum yang sifatnya terbuka seperti terminal dsb.
Bagaimana kondisi dinegara maju? Pada tahun yang sama Inggris juga menerapkan larangan merokok. Kemudian dalam waktu setahun sejak pelarangan merokok tersebut (Juli 2007) terjadi penurunan konsumsi merokok sebesar hampir 2 milyar batang. Tercatat sekitar 400,000 orang berhenti merokok. Tentu saja pihak yang berkepentingan dalam hal ini yang berkaitan dengan kesehatan publik sangat bangga atas keberhasilan program masyarakatnya. Namun demikian ternyata dampak positif ini malah berdampak pada tutupnya sejumlah pub disana.....[bersambung pada artikel berikut]...
Ulasan Glossary #2
Serial DBBC-Black Buzz
UNESCO berencana untuk memasukkan batik sebagai salah satu World Heritage, sayangnya Borobudur sudah lama dikeluarkan dari list mereka. Kretek adalah suatu refleksi heritage bangsa yang perlu untuk dilestarikan. Mengapa demikian? Sudah banyak contoh heritage bangsa yang diklaim oleh bangsa lain. Masih ingatkah anda bahwa seseorang telah melakukan upaya hak patent atas "Tempe" di Jepang? Jangan lupa bahwa bangsa ini juga memiliki ribuan bangunan heritage dari peninggalan masa penjajahan Hindia Belanda yang perlu untuk dilestarikan, seperti halnya pelestarian rokok kretek (?). Masa awal abad ke 20 merupakan era industri perkebunan.
Salah satunya adalah perkebunan tembakau, dimana saat ini tembakau Indonesia masih merupakan tembakau terbaik didunia. Tembakau ini dapat mencapai harga tertinggi di Bremen, tempat perkulakan tembakau terkenal dunia.
Periode 1930 an merupakan masa pertumbuhan konsumsi rokok kretek dan kejayaan hasil bumi Indonesia. Perlu ditambahkan disini adalah termasuk kejayaan teh, dimana Meneer Boscha dari hasil exportnya turut membantu pembangunan observatorium Boscha Lembang dan pembangunan kampus ITB. Berbicara kampus maka dengan lebih terbukanya kesempatan untuk pendidikan, tentunya ketersediaan sumber daya manusia sebagai penunjang utama sektor industri semakin berkembang baik. Baik bagi yang terlibat langsung maupun mereka yang mengkonsumsikan kretek.
Cikal bakal PT. Djarum sendiri baru didirikan pada medio tahun 1950 an. Selanjutnya ulasan akan "fast forward" mesin waktu ke awal abad 21, dimana pemain industri rokok "terpaksa" keluar dari beberapa jalur media promosi. Metode kampanye hingga lahirnya Djarum Black motto, melakukan pola kampanye kreatif seperti halnya motto "How low could you go" di era 90-an. Kesadaran hidup sehat dan berbagai konvensi badan kesehatan dunia, telah berhasil mengkampanyekan "No Smoking". Bagi kaum perokok hak mereka untuk merokok menjadi suatu hal yang cukup diskriminatif.
Tidaklah mengherankan bahwa saat ini anda banyak mendengar tentang Black-Buzz, suatu tranformasi yang menghaluskan upaya kampanye promosi rokok. Termasuk kretek yang semestinya dilestarikan sebagai heritage bangsa. Mungkin sama dengan upaya dilematis pemerintah AS mempertahankan "Legacy" industri otomotifnya yang nyaris bangkrut, ditengah derasnya kemanjaan disana untuk di-"Bail Out". Apakah lahirnya Autoblackthrough goes to campus atau Black Community menurut anda adalah murni suatu perkembangan pola kampanye secara alami?
Ulasan Glossary #1
Serial DBBC-Black Buzz
Cengkeh (Clove) adalah salah satu komoditas rempah yang sangat diminati oleh penduduk yang tinggal di belahan dunia dimana mereka memiliki empat musim, seperti diketahui cengkeh hanya tumbuh di alam tropis yaitu belahan dunia yang berlokasi di sekitar "Equator" atau Khatulistiwa. Dimana alamnya memiliki tingkat kesuburan tanaman mendekati sempurna dikarenakan oleh cuaca (2 musim) dan perioda bertanam dapat berlangsung sepanjang tahun. Sedemikian eksotisnya rempah-rempah ini hingga sejarah mencatat terjadinya koloniasme pada banyak "Tropical Paradise" negeri-negeri tropis.
Kembali pada percobaan diatas, ketika campuran cengkeh dengan tembakau diraci sedemikian rupa; ternyata mendapat feedback atau sambutan yang luar biasa. Anda dapat melihat versi sejarah rokok kretek yang lain pada tautan atau link di paragraph pertama diatas. Pada versi tersebut seperti halnya produk legendaris dunia lainnya, produk tersebut awalnya dipasarkan sebagai "Obat". Coca-cola awalnya dijual sebagai obat pencernaan, demikian pula halnya rokok kretek. Anda pasti mengenal kretek terkenal sebagai obat radang tenggorokan?
Beginning Blog Contest/ awal kompetisi blog
Beberapa kampanye bahkan tidak memiliki keperdulian terhadap manfaat (termasuk efek negatif) dari produknya, penggunaan semata-mata adalah tanggung jawab pengguna. Prioritas ada pada target penjualan, titik! Merokok adalah hak bagi perokok. Namun jika tidak ada kepekaan terhadap dampaknya, segala sesuatu akibatnya adalah merupakan "Gimmick" semata! Setiap individu mempunyai hak sebanding serta relevan terhadap tanggung jawabnya.
Meraih hak secara proporsional dengan komitmen pertanggungan jawabnya, merupakan kesatuan yang utuh. Mungkin mendekati titik absolut dan ini sayangnya adalah "Centeris Paribus", suatu kondisi ideal. Dalam upayanya berkampanye marketing dan memberikan kontribusi pada komunitas, Black Buzz patut untuk diteladani. Ada lebih banyak nilai positif dan manfaat yang dapat dinikmati secara keseluruhan. Oleh karena itu silahkan menikmati serial artikel ulasan ini. Dalam beberapa hari kedepan akan diupayakan minimal 20 artikel relevan!
Beginning Blog Contest/ awal kompetisi blog
Djarum Black adalah salah satu dari sekian banyak produk rokok kretek di Indonesia. Industry rokok merupakan salah satu industri yang relatif tidak terkena dampak resesi keuangan dunia. Jika ditilik dari sisi siklus usaha, industri rokok sesungguhnya telah memasuki fase "Dying Out" atau mendekati masa akhirnya. Dalam beberapa artikel kedepan akan dibahas secara umum kondisi ini beserta konsekuensinya, namun demikian paragraf pembuka ini merupakan titik perkenalan upaya Djarum Black lebih mengaktualisasikan pada kontribusi sosial dari sisi pengembangan kreatifitas nasional.
PT. Djarum telah aktif memprakarsai kegiatan komunitas sejak beberapa tahun yang lalu. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain adalah;
- Innovation Award, lomba desain peralatan bermanfaat dan kreatif. Lomba ini mendorong aspek inovasi anak bangsa, dimana setiap peserta dapat mengajukan penemuan masing-masing. Penemuan tersebut dinilai berdasarkan; manfaat, kejelian inovasi, desain dan dampaknya. Tahun lalu tercatat sebagai pemenang ; Multiclos, aplikasi untuk kemudahan penggunaan kloset.
- Otomotif ; lomba modifikasi dan kompetisi sport. Tidak dapat dipungkiri bahwa ketenaran Black Buzz di-awali oleh response para peserta kedua jenis lomba ini, dan secara efektif juga disebar luaskan oleh media masa. Sehingga baik peserta maupun bukan dipastikan pernah; mendengar, membaca ataupun menonton ulasan beritanya. Meskipun dalam kondisi sulit nampaknya Black Buzz sanggup memberikan angin segar dalam menyulut entusiasme dan kegairahan untuk menciptakan suatu inovasi. Kegiatan dilakukan pada beberapa kota besar (10 kota) secara bergilir. Sedemikian kuatnya dampak komunitas sehingga mendapatkan Autobild Award untuk kategori Non-ATPM Care for Community.
- Blogging Contest, saat ini kegiatan ber-blogging sudah menjadi suatu trend baru khususnya dalam pemanfaatan komunikasi era "Maya". Setiap orang di belahan dunia manapun dapat membaca artikel blog secara nyaman dan seketika itu juga. Informasi dapat dengan mudah di-share dinikmati bersama, apakah oleh sekitar 20 juta-an komunitas internet Indonesia atau 200 juta-an komunitas di Amerika atau bahkan dunia secara keseluruhan! Blogging merupakan trend life style masa kini.

