Keep Evil Away From Your Computer Shop over 200 Brands at LuggagePoint.com Private party auto financing - up2drive.com.HotelsCombined.com - Hotel Search Engine

"you arrive at e-commerce section as an integral part of *-leisure.blogspot.com"
"Happy Perusal (JBrag)"

Monday

Konsumsi Rokok Kretek part;2
Ulasan Glossary #4
Serial DBBC-Black Buzz

Sementara itu di New York, negara bagian AS ini telah lebih awal menerapkan "smoking ban" ditahun 2003. Meskipun bukan negara bagian yang pertama, karena California ternyata sudah menerapkan sejak 1996. Yang menarik adalah fenomena bahwa penjualan bar dan restauran naik hampir 15 % pasca smoking ban tersebut. Kenaikan penjualan memicu peningkatan pendapatan dari pajak bagi pemda NY hampir sebesar 10%.

Apakah smoking ban memberikan manfaat bagi semua pihak secara "win-win", benarkah dampak pengurangan kerugian materil akibat merokok dari aspek kesehatan publik dapat "di-imbangi" oleh penurunan dampak ekonomi industri rokok? Setiap kebijakan baru akan selalu memiliki dampak baik sekaligus buruk, tentunya imbangan baik mesti lebih besar dari yang buruk.

Pada ulasan sebelumnya telah disebutkan dampak negatif yang mengakibatkan penurunan penjualan Pub tradisional di Inggris, kontradiksi dengan dampak yang terjadi di New York. Bahkan beberapa diantaranya mengalami kebangkrutan dan serta merta harus menutup usahanya. Prevalensi penutupan nyaris mencapai 30% dan sebagian besar merupakan usaha sejak abad 19. Selanjutnya hal ini berdampak pula pada anjloknya penjualan miras dan juga pajak yang dapat dikutip oleh pemerintah. Walhasil dampak negatif berakumulasi dalam waktu singkat secara dahsyat. Tidaklah mengherankan jika kemudian "Contraction Multiplier Effect" ini menuai banyak protes ; http://www.smokingbanstinks.co.uk/

Bagi para pemain produsen rokok fenomena diatas memang memerlukan kejelian yang luar biasa untuk dapat terus mempertahankan produksinya atau bahkan meningkatkan lebih lanjut. Pada kenyataannya produksi rokok di Eropa memang mengalami anjlok, terburuk dibanding pasar lain. Justru pasar AS masih relatif stagnant. Bagaimana kiprah internasional kretek?

Tahun kejayaan rokok di Indonesia adalah 2000 (232.5 M), sejak itu pasar fluktuatif antara 200 hingga 231.9 Milyar. Dimana 92%nya adalah rokok kretek. Rokok kretek cukup memiliki wibawa secara global, konon Djarum banyak mendapatkan customer loyal di AS. Lihat feedback customer Djarum Black di negri Paman Sam ini!

Sedemikian rupa sehingga Philip Morris perlu melakukan lobby "Proteksi", sehingga pada tahun 2004 terdapat 3 negara bagian yang spesifik melarang penjualan kretek.

Negara maju memang aneh ketika mereka melobby dunia mengenai Free Trade, mereka justru masih melakukan proteksionism. Tahun 2000 tobacco grower atau petani tembakau Eropa, mendapatkan subsidi mendekati 1 Milyar Euro. Sangat besar kemungkinan terdapat relevansi nya dengan masuknya Philip Morris membeli mayoritas kepemilikan HM Sampoerna di tahun 2005. Meskipun Philip Morris sudah memiliki jalur distribusi yang solid melalui akuisisi ini, namun ternyata produk Marlboronya tetap hanya dibawah pangsa 5%. Sehingga lahirlah produk hasil kolaborasi berupa Marlboro kretek filter di tahun 2007.

Tahun 2007 tersebut juga menjadi saksi pergeseran posisi market leader produsen kretek. Sampoerna naik menjadi market leader menggantikan posisi Gudang Garam. Posisi ketiga tetap dihuni oleh Djarum. Djarum sepertinya menganggap perlu mengimbangi agresifitas Sampoerna, baik dalam inovasi produk baru maupun image branding. Maka semenjak naik daunnya Black Community, pada tahun 2008 yang lalu diperkenalkan produk baru " Djarum Black Slimz".

/* tracking code google anal */