Rokok Kretek part;2
Ulasan Glossary #2
Serial DBBC-Black Buzz
Ulasan Glossary #2
Serial DBBC-Black Buzz
Ciri khas kretek adalah aroma dan terutama yang kemudian menjadikan "Buzz-word" adalah serpihan api dari rokok tersebut dengan mengeluarkan bunyi "Kretek-kretek". Sejarah mencatat home industry kretek didirikan pertama kali pada tahun 1906. Saat ini orang mengenal kretek sebagai bagian yang tak terpisahkan dari budaya bangsa Indonesia. Seperti halnya Borobudur, Batik, Nasi goreng, pisang goreng dan banyak lagi lainnya yang merupakan ciri khas atau budaya unik asli buatan bangsa sendiri.
UNESCO berencana untuk memasukkan batik sebagai salah satu World Heritage, sayangnya Borobudur sudah lama dikeluarkan dari list mereka. Kretek adalah suatu refleksi heritage bangsa yang perlu untuk dilestarikan. Mengapa demikian? Sudah banyak contoh heritage bangsa yang diklaim oleh bangsa lain. Masih ingatkah anda bahwa seseorang telah melakukan upaya hak patent atas "Tempe" di Jepang? Jangan lupa bahwa bangsa ini juga memiliki ribuan bangunan heritage dari peninggalan masa penjajahan Hindia Belanda yang perlu untuk dilestarikan, seperti halnya pelestarian rokok kretek (?). Masa awal abad ke 20 merupakan era industri perkebunan.
Salah satunya adalah perkebunan tembakau, dimana saat ini tembakau Indonesia masih merupakan tembakau terbaik didunia. Tembakau ini dapat mencapai harga tertinggi di Bremen, tempat perkulakan tembakau terkenal dunia.
UNESCO berencana untuk memasukkan batik sebagai salah satu World Heritage, sayangnya Borobudur sudah lama dikeluarkan dari list mereka. Kretek adalah suatu refleksi heritage bangsa yang perlu untuk dilestarikan. Mengapa demikian? Sudah banyak contoh heritage bangsa yang diklaim oleh bangsa lain. Masih ingatkah anda bahwa seseorang telah melakukan upaya hak patent atas "Tempe" di Jepang? Jangan lupa bahwa bangsa ini juga memiliki ribuan bangunan heritage dari peninggalan masa penjajahan Hindia Belanda yang perlu untuk dilestarikan, seperti halnya pelestarian rokok kretek (?). Masa awal abad ke 20 merupakan era industri perkebunan.
Salah satunya adalah perkebunan tembakau, dimana saat ini tembakau Indonesia masih merupakan tembakau terbaik didunia. Tembakau ini dapat mencapai harga tertinggi di Bremen, tempat perkulakan tembakau terkenal dunia.
Berkat pengaruh perjuangan pahlawan nasional Douwwes Dekker, the Dutch Indies (Pemerintah Hindia Belanda) mengeluarkan beberapa perundangan baru. Antara lain membuka kesempatan pendidikan bagi indigenous (bangsa pribumi) dan menswastakan beberapa sektor usaha. Gelombang ribuan emigran pada era ini masuk ke Indonesia (dulu Hindia Belanda), sebagian besar berusaha di bidang perkebunan. Baik itu perkebunan karet, kopi, rempah2, teh dsb terutama yang penting dan relevan dengan topik ini adalah perkebunan tembakau. Tanpa basis ini dan tanpa keberanian inovasi rokok kretek, mustahil jika saat ini perokok dapat menikmati kretek.
Periode 1930 an merupakan masa pertumbuhan konsumsi rokok kretek dan kejayaan hasil bumi Indonesia. Perlu ditambahkan disini adalah termasuk kejayaan teh, dimana Meneer Boscha dari hasil exportnya turut membantu pembangunan observatorium Boscha Lembang dan pembangunan kampus ITB. Berbicara kampus maka dengan lebih terbukanya kesempatan untuk pendidikan, tentunya ketersediaan sumber daya manusia sebagai penunjang utama sektor industri semakin berkembang baik. Baik bagi yang terlibat langsung maupun mereka yang mengkonsumsikan kretek.
Cikal bakal PT. Djarum sendiri baru didirikan pada medio tahun 1950 an. Selanjutnya ulasan akan "fast forward" mesin waktu ke awal abad 21, dimana pemain industri rokok "terpaksa" keluar dari beberapa jalur media promosi. Metode kampanye hingga lahirnya Djarum Black motto, melakukan pola kampanye kreatif seperti halnya motto "How low could you go" di era 90-an. Kesadaran hidup sehat dan berbagai konvensi badan kesehatan dunia, telah berhasil mengkampanyekan "No Smoking". Bagi kaum perokok hak mereka untuk merokok menjadi suatu hal yang cukup diskriminatif.
Tidaklah mengherankan bahwa saat ini anda banyak mendengar tentang Black-Buzz, suatu tranformasi yang menghaluskan upaya kampanye promosi rokok. Termasuk kretek yang semestinya dilestarikan sebagai heritage bangsa. Mungkin sama dengan upaya dilematis pemerintah AS mempertahankan "Legacy" industri otomotifnya yang nyaris bangkrut, ditengah derasnya kemanjaan disana untuk di-"Bail Out". Apakah lahirnya Autoblackthrough goes to campus atau Black Community menurut anda adalah murni suatu perkembangan pola kampanye secara alami?
Periode 1930 an merupakan masa pertumbuhan konsumsi rokok kretek dan kejayaan hasil bumi Indonesia. Perlu ditambahkan disini adalah termasuk kejayaan teh, dimana Meneer Boscha dari hasil exportnya turut membantu pembangunan observatorium Boscha Lembang dan pembangunan kampus ITB. Berbicara kampus maka dengan lebih terbukanya kesempatan untuk pendidikan, tentunya ketersediaan sumber daya manusia sebagai penunjang utama sektor industri semakin berkembang baik. Baik bagi yang terlibat langsung maupun mereka yang mengkonsumsikan kretek.
Cikal bakal PT. Djarum sendiri baru didirikan pada medio tahun 1950 an. Selanjutnya ulasan akan "fast forward" mesin waktu ke awal abad 21, dimana pemain industri rokok "terpaksa" keluar dari beberapa jalur media promosi. Metode kampanye hingga lahirnya Djarum Black motto, melakukan pola kampanye kreatif seperti halnya motto "How low could you go" di era 90-an. Kesadaran hidup sehat dan berbagai konvensi badan kesehatan dunia, telah berhasil mengkampanyekan "No Smoking". Bagi kaum perokok hak mereka untuk merokok menjadi suatu hal yang cukup diskriminatif.
Tidaklah mengherankan bahwa saat ini anda banyak mendengar tentang Black-Buzz, suatu tranformasi yang menghaluskan upaya kampanye promosi rokok. Termasuk kretek yang semestinya dilestarikan sebagai heritage bangsa. Mungkin sama dengan upaya dilematis pemerintah AS mempertahankan "Legacy" industri otomotifnya yang nyaris bangkrut, ditengah derasnya kemanjaan disana untuk di-"Bail Out". Apakah lahirnya Autoblackthrough goes to campus atau Black Community menurut anda adalah murni suatu perkembangan pola kampanye secara alami?